Sabtu, 29 Oktober 2016

Tren Belanja Online

Tren Belanja Online

           
            Bagi sebagian masyarakat sudah tidak asing lagi dengan istilah belanja online atau online shopping, karena sudah banyaknya situs belanja online yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Belanja online adalah suatu bentuk perdagangan melalui media elektronik yang dimaksud agar pembeli dapat membeli barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual melalui akses jaringan internet
            Banyak yang tidak mengetahui bahwa cikal bakal belanja online sudah ada sejak tahun 1950-an, sebelum internet ditemukan. Tren belanja online telah dilakukan oleh seorang pengusaha asal Kanada, Lawrence Freiman yang membuka shopfront. Ide Freiman membuat masyarakat Kanada di zamannya berbondong-bondong mengunjungi sebuah gedung yang terdapat alat canggih untuk konsumen memilih barang-barang yang ingin dibeli dengan cara mengklik tombol di alat canggih tersebut.
            Di Indonesia situs online sudah menyebar ke semua media sosial seperti facebook, instagram, twitter, hingga website yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian calon pembeli dan memudahkan calon pembeli untuk mengaksesnya. Terbukti dengan adanya grafik pertumbuhan belanja online di Indonesia. Mulai tahun 2012-2015 grafik angka populasi belanja online di Indonesia meningkat dari tahun ke tahunnya, hal ini memberikan gambaran bahwa semakin banyaknya penikmat baru belanja online yang ada di Indonesia.
            Ada beberapa contoh situs online shopping terkenal di masyarakat Indonesia yang juga sudah dipercaya yaitu Tokopedia, Zalora, Mataharimall, Bukalapak, Elevenia, Blibli, Kaskus dan sebagainya. Tidak hanya situs tersebut seiring perkembangan yang ada saat ini, mini market atau pun super market kini sudah memiliki situs belanja online juga. Seperti contoh Alfa Online dan KLiK Indomaret.

Pertimbangan dalam Berbelanja Online
            Menarik memang belanja online apalagi bagi perempuan yang memang sering dijuluki “ratu belanja” ketertarikan foto atau gambar yang dibuat menarik yang mungkin membedakan jika berbelanja konvensional atau langsung ke toko. Produk yang banyak dicari oleh masyarakat Indonesia di situs online atau online shop ialah pakaian, elektronik, makanan, dan kecantikan.
            Yang paling menarik bagi konsumen ialah dengan penawaran vocer diskon atau potongan harga yang diberikan berbeda disetiap situs online. Dimana hal tersebut adalah salah satu cara untuk menarik calon pembeli agar tertarik dan membeli di situs online tersebut. Hal lain yang menarik dari belanja online ialah metode pembayaran yang dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti bank transfer, internet banking, credit card, dan cash on delivery (dibayar saat barang sudah sampai).
            Tetapi tidak dipungkiri munculnya tren belanja online memiliki kekurangan dan kelebihan untuk para konsumennya. Berikut kekurangan dan kelebihan dari munculnya gaya belanja online.
Kelebihan dari berbelanja online:
  • Berbelanja dengan cepat dan mudah melalui media elektronik (handphone/laptop) dengan jaringan internet.
  • Menghemat waktu.
  • Dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.
  • Dapat diakses tanpa dibatasi ruang dan waktu.
  • Dapat memilih lebih dari satu kategori produk.
  • Adanya penawaran potongan harga atau pun vocer belanja.
  • Selalu memeberikan promo atau penawaran khusus.
  • Metode pembayaran yang mudah.
  • Barang yang dibeli dapat di refund (beberapa situis online saja).
  • Foto atau gambar menarik perhartian konsumen untuk membeli.
Kekurangan dari berbelanja online:
  • Pengiriman barang yang berdurasi 1-3 hari.
  • Konsumen tidak dapat mengetahui secara lengkap mengenai produk sebelum membelinya.
  • Konsumen tidak dapat mencoba produk sebelum membelinya.
  • Konsumen harus sabar dalam menunggu respon saat ingin mengetahui info produk.
  • Konsumen dituntut mengikuti prosedur saat ingin melakukan pemesanan.
  • Konsumen dibebani biaya pengiriman.
  • Memungkinkan terjadi kesalahaan pada produk yang dibeli (kekeliruan produk yang dikirim).
  • Memungkinkan adanya kerusakan pada produk yang dibeli.
  • Memungkinkan adanya perbedaan produk kualitas yang ditawarkan difoto atau gambar dengan produk asli saat sudah dibeli.
  • Memungkinkan adanya penipuan dalam berbelanja online.
  • Sulit membedakan produk asli dan palsu.

            Jadi, perkembangan zaman yang ada bisa bermakna negatif atau positif. Belanja online memiliki nilai yang berbeda disetiap orang sesuai dengan kepribadian seseorang dalam menilai akan makna dari tren belanja online Tetapi kita harus tetap berhati-hati dalam menghadapi tren belanja online tersebut.

Jumat, 28 Oktober 2016

Untuk Sosok yang Tidak akan Tergantikan

Untuk Sosok yang Tidak akan Tergantikan

Ibu... Tak pernah akan terbalaskan segala kasih sayang, cinta, bahkan raga yang kau beri. Segalanya itu sudah ada saat aku masih dalam kandungan hingga kelahirkan ku ke dunia ini. Wanita yang menjadi bagian terindah dan yang tidak akan pernah tergantikan dalam hidupku.
“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku anakmu” syair lagu tersebut menggambarkan akan pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Pengorbanan yang tidak akan terhitung atas segala yang diberikan Ibu walaupun terkadang aku pun tidak menyadari pengorbanan yang telah ia berikan itu. Pamrih bukanlah karakter ibu ku atas segala pengorbanannya. Sesosok wanita hadir layaknya bidadari sorga yang ada di dunia hidupku.

Ibu mempunyai peran dan bagian penting dalam hidupku. Ya, ia adalah wanita yang telah mengandung dan melahirkan ku. Menjaga dan memberikanan yang terbaik selama sembilan bulan aku ada dikandungannya. Berjuang bahkan mempertaruhkan nyawa untuk kelahiran ku. Itu hanya beberapa pengorbanan awal yang sudah ia berikan untuk aku anaknya.

Saat aku baru lahir ke dunia ini, ibu salah satu yang tersenyum lebar walau rasa sakit masih ia rasakan sehabis operasi. Dengan penuh rasa cinta dam kasih sayang yang dimiliki, ia selalu menjaga diriku dalam proses pertumbuhan dari bayi, anak-anak, remaja hingga sekarang saat ku beranjak dewasa. Sosok sigap selalu membantuku serta sosok yang tak jemu-jemu memberikan nasihat yang menguatkan.

Baginya kebahagian anak adalah segalanya. Dalam setiap doanya selalu menyebut namaku. Yang terbaik selalu ia berikan walau hatinya pernah menangis tetapi ia tidak berniat untuk menunjukan itu semua kepada diriku.

Ibu walau usia semakin tua, helai rambut sudah memutih hingga kulit semakin keriput, tidak ada kata dari diriku ingin menjahui atau bahkan niat meninggalkanmu, Ibu. Seburuk apapun aku engkau tetap menerima kehadiranku, memaafkan kesalahan atas perbuatan-perbuatanku, memeluk dengan kengahangatan atas segala masalah yang aku alami, bahkan mencium keningku agar rasa semangat terus ada dalamku. Lalu apa ada alasan untuk aku menjahui dam meninggalkan mu? Tentu tidak.


Tidak ada yang dapat mencintaiku, menjagaku, menyangaiku, dan berkorban dengan mulia selain dirimu, Ibu, ku kagum akan dirimu, doa untuk mu akan selalu ada disetiap hariku. Sosok wanita terhebat yang diberikan Tuhan untukku dan kelak pada waktunya nanti segala yang sudah engkau perbuat akan ku balaskan.

Dibalik Keraguan

Dibalik Keraguan

Kala itu di sore hari, angin berhembus menerobos lubang-lubang jendela ruang tamu. Awan hitam menyelimuti langit menunggu aba-aba Tuhan menurunkan hujan. Gerimis mulai mendarat perlahan namun semakin besar. Seminggu sudah setiap sore menuju malam hujan berjatuhan membasahi rumah ku. Menengadah ku di dalam keheningan. Menikmati suara hujan yang jatuh keatap rumah walau hanya kecil suaranya. Sambil menikmatinya ku teringat masa-masa lalu. Ku memasuki setiap memori akan semua yang telah terjadi didalam kehidupan ku ini. Kilat petir terkadang membingungkan ku.

Berjalan mencari tempat lain untuk menikmati keadaan yang tenang ini. Aku pun memasuki salah satu pintu berwarna coklat untuk merebahkan badan dengan masih ditemani suara hujan. Terdengar sebuah suara yang sangat aku kenal. Ku terdiam..... Sampai suara itu mendekat lebih lagi ke ruangan dimana aku berada.

“Anak ku...anak ku....” panggilnya dengan keras
“Yaaaaa....” jawab ku dengan pelan
“Apa yang sedang kau lakukan sendirian di dalam ruangan ini?” ujar Ibu ku
“Ibu.... aku sedang menikmati kesejukan sambil mengingat memori kehidupan ku. Memori terbaik bahkan terburuk...”
“Baik kalau seperti itu Ibu akan meninggalkan mu kembali di ruangan ini agar segala yang sedang kau lakukan semakin nyaman nak... maaf jika menggangu mu karena Ibu hanya ingin memastikan malaikat kecil ku baik-baik saja” ujar Ibu sambil menghelus rambut ku.
“Tapi bu apa aku boleh bertanya kepada mu yang sudah menjaga diri ku dan menjalani hari-hari bersama” ujarku sambil menunduk
“Tanyakan jika ada yang ingin kau tahu karena semasa hidup mu, tidak ada yang Ibu sembunyikan nak...”
“Cita-cita terbesar apa yang ingin Ibu dan Ayah dapatkan dari diri ku kelak? tanya ku
“Menjadi yang terbaik dengan apa adanya diri mu dan bahagia dengan apa yang kamu jalani saja nak” ujar Ibu dengan penuh kelembutan.

__

Terus ku menginggat memori kehidupan ku. Satu memori selalu muncul didalam benak ku. Memori itu adalah memori saat aku harus memutuskan peningkatan kehidupan dari siswa menjadi mahasiswa.Aku menulis sebuah impian dikertas kecil berwarna putih bergaris. Ku mulai goreskan tinta diatas kertas dengan penuh keyakinan. Tapi muncul sedikit keraguan saat ku mulai menggoreskan kata demi kata yaitu “ahhh apakah mungkin sebuah kata atau kalimat yang ditulis di kertas akan terwujud menjadi sebuah impian?” pikir ku dengan ragu.

Menulis impian tersebut terjadi karena aku menyadari waktu terus berjalan. Masa kehidupan akan berubah. Masa menjadi mahasiswa akan ku jalani walau aku belum  tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dalam fase kehidupan ini.Disaat aku sibuk memikirkan dan mencatat impian. 
Aku teringat mimpi terbesar Ibu dan Ayah yang ingin anak-anaknya mengemban pendidikan di perguruan tinggi negeri. Impian mereka didasari pada keyakinan yang penuh akan kualitas seorang yang lulus dari perguruan tinggi negeri. Padahal ku rasa tidak semua seperti itu.

Yakin dan jangan salah memilih yang selalu aku gumulkan. Percaya didalam diri akan doa yang ku yakini ada terus mengiringi jalan kehidupan ku ini. Rasa ragu masih terus ada karena keyakinan yang belum sepenuhnya hadir dalam diri ku.“Buat apa kami meragukan kamu nak? Percaya engkau hidup bukan karena kekuatan mu sendiri tapi karena ada Tuhan dan orang-orang yang selalu mendukung mu” Mungkin kalimat itu yang terus menjadi peganggan ku saat diri ku sudah mulai ragu menjalani kehidupan bahkan ragu akan merealisasikan impian yang sudah ku tulis itu.

Aku mungkin ingat betapa hancurnya perasaan orang-orang terdekat ku kalau mereka tahu aku tidak berusaha untuk merealisasikan impian yang sudah ku tulis itu. Aku hanya menangis kalau mengingat keraguan ku itu bisa aku patahkan dengan semangat dan merubahnya menjadi keyakinan.Kini impian yang sudah ku tulis bukan lagi ada diselembar kertas putih bergaris dengan goresan pulpen saja yang menempel pada lemari di kamar ku. Tetapi tulisan itu sudah menjadi kenyataan hidup yang menjadi rutinitas ku sekarang.


Bangga, senang, haru, dan bersyukur tak henti akan selalu mengiringi langkah kehidupan ku jika aku mengingat memori kehidupan. Jika aku mengingat segala proses. Seperti pelangi sehabis hujan yang muncul dengan indah. Seperti burung yang terbang di udara tanpa tau arah namun tetap percaya angin membawanya kemana. Begitu pula kehidupan ku.

Bermimpilah setinggi-tingginya karena saat kau terjatuh setidaknya kamu terjatuh diantara bintang-bintang. Bekerja keraslah karena hasil tidak akan mengkhianati usaha. Berjalanlah lurus karena kita manusia tidak akan tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini. Baik atau pun buruk hanya Tuhan yang menciptakannya. Senang dan sedih akan berganti dalam kehidupan ini. Melankolis tampaknya namun ini benar terjadi.

Kamis, 15 September 2016

Proses Kehidupan yang Terbaik

Proses Kehidupan yang Terbaik

Ketika waktu terus berjalan yaitu roda kehidupan manusia yang memang berputar. Memulai dari masa anak-anak menjadi remaja dan sekarang sudah ada dimasa dewasa. Pilihan hidup semakin harus dipertimbangkan dengan baik karena kenyataan hidup yang sudah didepan mata akan datang menghampiri.  Jalankan dan pertimbangkan semua yang akan menjadi pilihan sesuai ketertarikan kita akan dunia tersebut, jangan libatkan keegoisan karena kita harus ingat dunia ini hanya sementara. Jadi jangan menyia-nyiakan waktu yang diberikan pada kita.

          Dulu tidak pernah ada dipikiranku untuk mengambil atau terjun ke dalam jurusan jurnalistik yang sekarang sedang ku laksanakan. Angan-angan atau impian ku selalu ingin menyelesaikan perkuliahan di jurusan hukum atau psikologi. Seketika tersadar kalau benar jika ada yang mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini tidak ada siapa pun yang tau kecuali Dia sang maha pencipta, bahkan sedetik waktu yang akan kita lewati pun belum tentu kita tau apa yang akan terjadi nantinya.

          Hidup adalah proses yang harus dilaksanakan, ada suka duka yang datang bergantian tentunya. Dulu aku mungkin berpikir harus menjalankan pendidikan kuliah di jurusan hukum dan psikologi karena hal itu terpandang hebat. Tetapi seiring berjalannya waktu saat ini aku memang tidak  memasuki kedua jurusan tersebut. Rasa sedih bahkan putus asa pun muncul yang bahkan menimbulkan pemikiran ku untuk tidak berkuliah dulu. Tetapi begitu luar biasa disaat Tuhan punya rencana lain yaitu jalan untuk diriku memasuki pendidikan diprogram studi jurnalistik.

          Istilah Jurnalistik mungkin sering kita dengar, seperti ada salah satu ahli bernama Fraser Bond yang didalam bukunya An Intriduction to Journalism mengatakan “ Jurnlistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita agar sampai pada kelompok pemerhati”. 

          Bagi ku hal tersebut sangat sulit. Butuh keberanian untuk melangkahkan kaki dan merelakan diriku untuk masuk dalam kehidupan di dunia tersebut. Tentang hal yang belum pernah ku tahu ini mungkin bagi sebagian orang akan menyimpulkan diriku terlalu berani untuk menjadikan jurnalistik sebagai pilihan dalam dunia pendidikan yang tidak sebelumnya aku mengenali dunia ini terlebih dahulu.

          Aku percaya segala kehidupan ini bukan karena kebetulan tetapi Dia sudah menggariskannya untuk kita para pengikut-Nya yang percaya akan janji-janji terbaik yang selalu Ia berikan. Kepercayaan orang tua ku pun menjadi dasar bahwa aku harus meneruskan pendidikan di dunia jurnalis ini. Doa dan usaha yang terpenting dalam menjalanin hidup ini.

          Menjadi wartawan atau seorang jurnalis bukan hal yang mudah dilaksanakan. Awal aku memasuki dunia ini ada rasa bahwa ini bukan dunia yang aku suka tetapi seiring berjalannya waktu aku percaya aku ditempatkan di dunia ini bukan karena kebetulan. Sekarang waktunya aku menekuni dunia ini dengan segala kemampuan yang ada pada diriku. Teruslah ikhlas dalam menjalankan hidup ini karena hal terindah akan ada bagi kita yang terus berusaha dan mengandalkan kekuatan doa.