Jumat, 28 Oktober 2016

Untuk Sosok yang Tidak akan Tergantikan

Untuk Sosok yang Tidak akan Tergantikan

Ibu... Tak pernah akan terbalaskan segala kasih sayang, cinta, bahkan raga yang kau beri. Segalanya itu sudah ada saat aku masih dalam kandungan hingga kelahirkan ku ke dunia ini. Wanita yang menjadi bagian terindah dan yang tidak akan pernah tergantikan dalam hidupku.
“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku anakmu” syair lagu tersebut menggambarkan akan pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Pengorbanan yang tidak akan terhitung atas segala yang diberikan Ibu walaupun terkadang aku pun tidak menyadari pengorbanan yang telah ia berikan itu. Pamrih bukanlah karakter ibu ku atas segala pengorbanannya. Sesosok wanita hadir layaknya bidadari sorga yang ada di dunia hidupku.

Ibu mempunyai peran dan bagian penting dalam hidupku. Ya, ia adalah wanita yang telah mengandung dan melahirkan ku. Menjaga dan memberikanan yang terbaik selama sembilan bulan aku ada dikandungannya. Berjuang bahkan mempertaruhkan nyawa untuk kelahiran ku. Itu hanya beberapa pengorbanan awal yang sudah ia berikan untuk aku anaknya.

Saat aku baru lahir ke dunia ini, ibu salah satu yang tersenyum lebar walau rasa sakit masih ia rasakan sehabis operasi. Dengan penuh rasa cinta dam kasih sayang yang dimiliki, ia selalu menjaga diriku dalam proses pertumbuhan dari bayi, anak-anak, remaja hingga sekarang saat ku beranjak dewasa. Sosok sigap selalu membantuku serta sosok yang tak jemu-jemu memberikan nasihat yang menguatkan.

Baginya kebahagian anak adalah segalanya. Dalam setiap doanya selalu menyebut namaku. Yang terbaik selalu ia berikan walau hatinya pernah menangis tetapi ia tidak berniat untuk menunjukan itu semua kepada diriku.

Ibu walau usia semakin tua, helai rambut sudah memutih hingga kulit semakin keriput, tidak ada kata dari diriku ingin menjahui atau bahkan niat meninggalkanmu, Ibu. Seburuk apapun aku engkau tetap menerima kehadiranku, memaafkan kesalahan atas perbuatan-perbuatanku, memeluk dengan kengahangatan atas segala masalah yang aku alami, bahkan mencium keningku agar rasa semangat terus ada dalamku. Lalu apa ada alasan untuk aku menjahui dam meninggalkan mu? Tentu tidak.


Tidak ada yang dapat mencintaiku, menjagaku, menyangaiku, dan berkorban dengan mulia selain dirimu, Ibu, ku kagum akan dirimu, doa untuk mu akan selalu ada disetiap hariku. Sosok wanita terhebat yang diberikan Tuhan untukku dan kelak pada waktunya nanti segala yang sudah engkau perbuat akan ku balaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar