Untuk Sosok yang Tidak akan Tergantikan
Ibu... Tak pernah akan terbalaskan segala
kasih sayang, cinta, bahkan raga yang kau beri. Segalanya itu sudah ada saat aku
masih dalam kandungan hingga kelahirkan ku ke dunia ini. Wanita yang menjadi
bagian terindah dan yang tidak akan pernah tergantikan dalam hidupku.
“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku
anakmu” syair lagu tersebut menggambarkan
akan pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Pengorbanan yang tidak akan terhitung
atas segala yang diberikan Ibu walaupun terkadang aku pun tidak menyadari
pengorbanan yang telah ia berikan itu. Pamrih bukanlah karakter ibu ku atas
segala pengorbanannya. Sesosok wanita hadir layaknya bidadari sorga yang ada di
dunia hidupku.
Ibu mempunyai peran dan bagian
penting dalam hidupku. Ya, ia adalah wanita yang telah mengandung dan
melahirkan ku. Menjaga dan memberikanan yang terbaik selama sembilan bulan aku
ada dikandungannya. Berjuang bahkan mempertaruhkan nyawa untuk kelahiran ku. Itu
hanya beberapa pengorbanan awal yang sudah ia berikan untuk aku anaknya.
Saat aku baru lahir ke dunia ini,
ibu salah satu yang tersenyum lebar walau rasa sakit masih ia rasakan sehabis
operasi. Dengan penuh rasa cinta dam kasih sayang yang dimiliki, ia selalu
menjaga diriku dalam proses pertumbuhan dari bayi, anak-anak, remaja hingga
sekarang saat ku beranjak dewasa. Sosok sigap selalu membantuku serta sosok
yang tak jemu-jemu memberikan nasihat yang menguatkan.
Baginya kebahagian anak adalah
segalanya. Dalam setiap doanya selalu menyebut namaku. Yang terbaik selalu ia
berikan walau hatinya pernah menangis tetapi ia tidak berniat untuk menunjukan
itu semua kepada diriku.
Ibu walau usia semakin tua, helai rambut
sudah memutih hingga kulit semakin keriput, tidak ada kata dari diriku ingin
menjahui atau bahkan niat meninggalkanmu, Ibu. Seburuk apapun aku engkau tetap
menerima kehadiranku, memaafkan kesalahan atas perbuatan-perbuatanku, memeluk
dengan kengahangatan atas segala masalah yang aku alami, bahkan mencium
keningku agar rasa semangat terus ada dalamku. Lalu apa ada alasan untuk aku menjahui
dam meninggalkan mu? Tentu tidak.
Tidak ada yang dapat mencintaiku,
menjagaku, menyangaiku, dan berkorban dengan mulia selain dirimu, Ibu, ku kagum
akan dirimu, doa untuk mu akan selalu ada disetiap hariku. Sosok wanita
terhebat yang diberikan Tuhan untukku dan kelak pada waktunya nanti segala yang
sudah engkau perbuat akan ku balaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar