Kamis, 15 September 2016

Proses Kehidupan yang Terbaik

Proses Kehidupan yang Terbaik

Ketika waktu terus berjalan yaitu roda kehidupan manusia yang memang berputar. Memulai dari masa anak-anak menjadi remaja dan sekarang sudah ada dimasa dewasa. Pilihan hidup semakin harus dipertimbangkan dengan baik karena kenyataan hidup yang sudah didepan mata akan datang menghampiri.  Jalankan dan pertimbangkan semua yang akan menjadi pilihan sesuai ketertarikan kita akan dunia tersebut, jangan libatkan keegoisan karena kita harus ingat dunia ini hanya sementara. Jadi jangan menyia-nyiakan waktu yang diberikan pada kita.

          Dulu tidak pernah ada dipikiranku untuk mengambil atau terjun ke dalam jurusan jurnalistik yang sekarang sedang ku laksanakan. Angan-angan atau impian ku selalu ingin menyelesaikan perkuliahan di jurusan hukum atau psikologi. Seketika tersadar kalau benar jika ada yang mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini tidak ada siapa pun yang tau kecuali Dia sang maha pencipta, bahkan sedetik waktu yang akan kita lewati pun belum tentu kita tau apa yang akan terjadi nantinya.

          Hidup adalah proses yang harus dilaksanakan, ada suka duka yang datang bergantian tentunya. Dulu aku mungkin berpikir harus menjalankan pendidikan kuliah di jurusan hukum dan psikologi karena hal itu terpandang hebat. Tetapi seiring berjalannya waktu saat ini aku memang tidak  memasuki kedua jurusan tersebut. Rasa sedih bahkan putus asa pun muncul yang bahkan menimbulkan pemikiran ku untuk tidak berkuliah dulu. Tetapi begitu luar biasa disaat Tuhan punya rencana lain yaitu jalan untuk diriku memasuki pendidikan diprogram studi jurnalistik.

          Istilah Jurnalistik mungkin sering kita dengar, seperti ada salah satu ahli bernama Fraser Bond yang didalam bukunya An Intriduction to Journalism mengatakan “ Jurnlistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita agar sampai pada kelompok pemerhati”. 

          Bagi ku hal tersebut sangat sulit. Butuh keberanian untuk melangkahkan kaki dan merelakan diriku untuk masuk dalam kehidupan di dunia tersebut. Tentang hal yang belum pernah ku tahu ini mungkin bagi sebagian orang akan menyimpulkan diriku terlalu berani untuk menjadikan jurnalistik sebagai pilihan dalam dunia pendidikan yang tidak sebelumnya aku mengenali dunia ini terlebih dahulu.

          Aku percaya segala kehidupan ini bukan karena kebetulan tetapi Dia sudah menggariskannya untuk kita para pengikut-Nya yang percaya akan janji-janji terbaik yang selalu Ia berikan. Kepercayaan orang tua ku pun menjadi dasar bahwa aku harus meneruskan pendidikan di dunia jurnalis ini. Doa dan usaha yang terpenting dalam menjalanin hidup ini.

          Menjadi wartawan atau seorang jurnalis bukan hal yang mudah dilaksanakan. Awal aku memasuki dunia ini ada rasa bahwa ini bukan dunia yang aku suka tetapi seiring berjalannya waktu aku percaya aku ditempatkan di dunia ini bukan karena kebetulan. Sekarang waktunya aku menekuni dunia ini dengan segala kemampuan yang ada pada diriku. Teruslah ikhlas dalam menjalankan hidup ini karena hal terindah akan ada bagi kita yang terus berusaha dan mengandalkan kekuatan doa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar