Proses Kehidupan yang Terbaik
Ketika waktu
terus berjalan yaitu roda kehidupan manusia yang memang berputar. Memulai dari
masa anak-anak menjadi remaja dan sekarang sudah ada dimasa dewasa. Pilihan
hidup semakin harus dipertimbangkan dengan baik karena kenyataan hidup yang
sudah didepan mata akan datang menghampiri. Jalankan dan pertimbangkan
semua yang akan menjadi pilihan sesuai ketertarikan kita akan dunia tersebut,
jangan libatkan keegoisan karena kita harus ingat dunia ini hanya sementara.
Jadi jangan menyia-nyiakan waktu yang diberikan pada kita.
Dulu tidak pernah ada dipikiranku untuk mengambil atau terjun ke dalam jurusan
jurnalistik yang sekarang sedang ku laksanakan. Angan-angan atau impian ku
selalu ingin menyelesaikan perkuliahan di jurusan hukum atau psikologi.
Seketika tersadar kalau benar jika ada yang mengatakan bahwa kehidupan di dunia
ini tidak ada siapa pun yang tau kecuali Dia sang maha pencipta, bahkan sedetik
waktu yang akan kita lewati pun belum tentu kita tau apa yang akan terjadi
nantinya.
Hidup adalah proses yang harus dilaksanakan, ada suka duka yang datang
bergantian tentunya. Dulu aku mungkin berpikir harus menjalankan pendidikan
kuliah di jurusan hukum dan psikologi karena hal itu terpandang hebat. Tetapi
seiring berjalannya waktu saat ini aku memang tidak memasuki kedua
jurusan tersebut. Rasa sedih bahkan putus asa pun muncul yang bahkan
menimbulkan pemikiran ku untuk tidak berkuliah dulu. Tetapi begitu luar biasa
disaat Tuhan punya rencana lain yaitu jalan untuk diriku memasuki pendidikan
diprogram studi jurnalistik.
Istilah Jurnalistik mungkin sering kita dengar, seperti ada salah satu ahli
bernama Fraser Bond yang didalam bukunya An
Intriduction to Journalism mengatakan
“ Jurnlistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai
berita agar sampai pada kelompok pemerhati”.
Bagi ku hal tersebut sangat sulit. Butuh keberanian untuk melangkahkan kaki dan
merelakan diriku untuk masuk dalam kehidupan di dunia tersebut. Tentang hal
yang belum pernah ku tahu ini mungkin bagi sebagian orang akan menyimpulkan
diriku terlalu berani untuk menjadikan jurnalistik sebagai pilihan dalam dunia
pendidikan yang tidak sebelumnya aku mengenali dunia ini terlebih dahulu.
Aku percaya segala kehidupan ini bukan karena kebetulan tetapi Dia sudah
menggariskannya untuk kita para pengikut-Nya yang percaya akan janji-janji
terbaik yang selalu Ia berikan. Kepercayaan orang tua ku pun menjadi dasar
bahwa aku harus meneruskan pendidikan di dunia jurnalis ini. Doa dan usaha yang
terpenting dalam menjalanin hidup ini.
Menjadi wartawan atau seorang jurnalis bukan hal yang mudah dilaksanakan. Awal
aku memasuki dunia ini ada rasa bahwa ini bukan dunia yang aku suka tetapi
seiring berjalannya waktu aku percaya aku ditempatkan di dunia ini bukan karena
kebetulan. Sekarang waktunya aku menekuni dunia ini dengan segala kemampuan
yang ada pada diriku. Teruslah ikhlas dalam menjalankan hidup ini karena hal
terindah akan ada bagi kita yang terus berusaha dan mengandalkan kekuatan doa.